Showing posts with label ilmu dan amal. Show all posts
Showing posts with label ilmu dan amal. Show all posts

Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Posted by Noer Rachman Hamidi


Solusi agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, dan juga solusi agar anak-anak kita tumbuh sama tinggi dengan bangsa lain di dunia ini insyaallah sudah begitu jelas – tinggal menunggu tindakan nyata kita untuk mengimplementasikannya.

Salah satu solusi ini adalah hasil diskusi yang membahas surat An-Naba' (Berita Besar) ayat ke 16. Ayat tepatnya berbunyi "wa jannaatin alfaafa" yang oleh penterjemah Departemen Agama diartikan sebagai "dan kebun-kebun yang rindang". Mungkin karena keterbatasan bahasa Indonesia, ayat tersebut diatas diterjemahkan sama persis dengan ayat lain yang berbunyi "wa khadaa iqo ghulba" (QS 80 :30) yang terjemahannya juga "dan kebun-kebun yang rindang" .

Sangat bisa jadi Allah mempunyai maksud lain ketika menggunakan kalimat yang berbeda untuk menggambarkan "kebun-kebun yang rindang" tersebut. Bisa jadi alfaafa yang menurut ustadz saya dalam bahasa arab umumnya berarti "berkumpul, bercampur baur, berdekat-dekatan" untuk meggambarkan banyaknya pohon dalam kebun dlsb.; juga berarti nama jenis tanaman tertentu ?.

Di dunia ini memang ada tanaman luar biasa yang dalam bahasa Inggris disebut Alfalfa atau dalam bahasa latinnya disebut Medicago Sativa - bisa jadi ini adalah tanaman Alfaafa dalam ayat tersebut diatas !. Karena menurut sejarah tanaman ini sudah ada sejak 6,000 tahun sebelum Masehi , dan dokumen tertua yang ada menjelaksan tentang tanaman Alfalfa ini adalah dokumen di Turki yang ditulis kurang lebih 1300 tahun sebelum masehi. Jadi tanaman Alfalfa memang ada pada saat Al-Qur'an turun !.

Terlepas dari kebenaran yang masih perlu dikaji – yaitu apakah yang disebut di Al Qur'an sebagai "wa jannaatin alfaafa" ini adalah "kebun-kebun yang rindang" secara umum, atau secara khusus diarahkan untuk kebun Alfalfa. Yang jelas tanaman Alfalfa ini memang merupakan karunia yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia di dunia.

Karunia tersebut antara lain adalah :

  1. Akarnya yang sangat dalam masuk ketanah, selain menjadi penahan erosi yang sangat efektif juga dapat menyerap hampir seluruh unsur-unsur penting yang ada di dalam tanah.
  2. Memiliki protein yang sangat tinggi, dari sebuah riset di Kroasia, tangkai Alfalfa bisa mengandung protein sampai sekitar 18% ; dan bahkan daunnya bisa diatas 30 %.
  3. Dengan kandungan protein yang sangat tinggi tersebut, maka seluruh hewan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dlsb) akan sangat cepat tumbuh bila diberi makan dari Alfalfa ini.
  4. Bahkan daun Alfalfa memiliki kandungan klorofil yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.
  5. Dlsb.dlsb.

Lantas apa kaitannya tanaman Alfalfa ini dengan krisis berkurang tinggi-nya anak-anak Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya makan daging ?.

Daging dari sapi, kambing dan lain sebagainya akan mudah dihasilkan dengan murah bila ditemukan tanaman yang mengandung protein tinggi seperti tanaman Alfalfa ini. Tidak heran negeri seperti Amerika menanam tambahan sekitar 9.2 juta hektar tanaman ini setiap tahunnya untuk makanan ternak mereka. Nilai ekonomi tanaman Alfalfa di negeri tersebut sangat tinggi ( nomor ketiga setelah jagung dan kedelai) karena menjadi sumber pakan ternak yang sangat efektif ini.

Lantas mengapa tidak kita tanam saja banyak-banyak agar kambing dan sapi kita cepat tumbuh – agar daging menjadi murah dan terjangkau oleh seluruh rakyat ?. Tidak mudah memang, beberapa pihak di tanah air sudah mencobanya tetapi belum berhasil.

Saat ini kita bisa membeli benih tanaman ini dari luar tetapi yang sudah dibuat infertile oleh produsennya. Inilah jahatnya mereka, mereka tidak menghendaki tanaman yang luar biasa ini tumbuh di negeri seperti Indonesia – agar negeri seperti kita ini tetap tergantung pada negara-negara tersebut untuk terus impor daginng dlsb.

Tetapi one way or another , kita harus bisa menumbuhkan tanaman ini banyak-banyak di negeri kita ini, agar kita bisa beternak kambing dan sapi banyak-banyak secara efisien. Agar anak-anak negeri ini mampu makan daging secara cukup kedepannya. Apalagi bila benar Alfalfa ini adalah tanaman yang disebut di surat An-Naba' tersebut diatas, pasti manfaatnya untuk seluruh umat manusia – tidak hanya bangsa negara maju saja.

Melihat potensi yang begitu besar ini, kami mengundang para ahli dan praktisi pertanian di seluruh Indonesia – yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung dengan Alfalfa ini - untuk membantu kami membudi dayakan Alfalfa ini secara luas di Indonesia. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang baik untuk membangun kegenerasi yang kuat kedepan, generasi penghafal Al-Qur'an yang minum susu kambing secara cukup dan juga makan daging yang cukup.

Siapa tahu Anda bisa menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah besar yang terkait dengan sumber pangan bangsa ini kedepan. Solusi yang petunjuknya sudah begitu jelas ada di Al-Qur'an . InsyaAllah bersama kita bisa !.


www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
SelengkapnyaMenyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Posted by Noer Rachman Hamidi


Solusi agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, dan juga solusi agar anak-anak kita tumbuh sama tinggi dengan bangsa lain di dunia ini insyaallah sudah begitu jelas – tinggal menunggu tindakan nyata kita untuk mengimplementasikannya.

Salah satu solusi ini adalah hasil diskusi yang membahas surat An-Naba' (Berita Besar) ayat ke 16. Ayat tepatnya berbunyi "wa jannaatin alfaafa" yang oleh penterjemah Departemen Agama diartikan sebagai "dan kebun-kebun yang rindang". Mungkin karena keterbatasan bahasa Indonesia, ayat tersebut diatas diterjemahkan sama persis dengan ayat lain yang berbunyi "wa khadaa iqo ghulba" (QS 80 :30) yang terjemahannya juga "dan kebun-kebun yang rindang" .

Sangat bisa jadi Allah mempunyai maksud lain ketika menggunakan kalimat yang berbeda untuk menggambarkan "kebun-kebun yang rindang" tersebut. Bisa jadi alfaafa yang menurut ustadz saya dalam bahasa arab umumnya berarti "berkumpul, bercampur baur, berdekat-dekatan" untuk meggambarkan banyaknya pohon dalam kebun dlsb.; juga berarti nama jenis tanaman tertentu ?.

Di dunia ini memang ada tanaman luar biasa yang dalam bahasa Inggris disebut Alfalfa atau dalam bahasa latinnya disebut Medicago Sativa - bisa jadi ini adalah tanaman Alfaafa dalam ayat tersebut diatas !. Karena menurut sejarah tanaman ini sudah ada sejak 6,000 tahun sebelum Masehi , dan dokumen tertua yang ada menjelaksan tentang tanaman Alfalfa ini adalah dokumen di Turki yang ditulis kurang lebih 1300 tahun sebelum masehi. Jadi tanaman Alfalfa memang ada pada saat Al-Qur'an turun !.

Terlepas dari kebenaran yang masih perlu dikaji – yaitu apakah yang disebut di Al Qur'an sebagai "wa jannaatin alfaafa" ini adalah "kebun-kebun yang rindang" secara umum, atau secara khusus diarahkan untuk kebun Alfalfa. Yang jelas tanaman Alfalfa ini memang merupakan karunia yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia di dunia.

Karunia tersebut antara lain adalah :

1. Akarnya yang sangat dalam masuk ketanah, selain menjadi penahan erosi yang sangat efektif juga dapat menyerap hampir seluruh unsur-unsur penting yang ada di dalam tanah.

2. Memiliki protein yang sangat tinggi, dari sebuah riset di Kroasia, tangkai Alfalfa bisa mengandung protein sampai sekitar 18% ; dan bahkan daunnya bisa diatas 30 %.

3. Dengan kandungan protein yang sangat tinggi tersebut, maka seluruh hewan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dlsb) akan sangat cepat tumbuh bila diberi makan dari Alfalfa ini.

4. Bahkan daun Alfalfa memiliki kandungan klorofil yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.

5. Dlsb.dlsb.

Lantas apa kaitannya tanaman Alfalfa ini dengan krisis berkurang tinggi-nya anak-anak Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya makan daging ?.

Daging dari sapi, kambing dan lain sebagainya akan mudah dihasilkan dengan murah bila ditemukan tanaman yang mengandung protein tinggi seperti tanaman Alfalfa ini. Tidak heran negeri seperti Amerika menanam tambahan sekitar 9.2 juta hektar tanaman ini setiap tahunnya untuk makanan ternak mereka. Nilai ekonomi tanaman Alfalfa di negeri tersebut sangat tinggi ( nomor ketiga setelah jagung dan kedelai) karena menjadi sumber pakan ternak yang sangat efektif ini.

Lantas mengapa tidak kita tanam saja banyak-banyak agar kambing dan sapi kita cepat tumbuh – agar daging menjadi murah dan terjangkau oleh seluruh rakyat ?. Tidak mudah memang, beberapa pihak di tanah air sudah mencobanya tetapi belum berhasil.

Saat ini kita bisa membeli benih tanaman ini dari luar tetapi yang sudah dibuat infertile oleh produsennya. Inilah jahatnya mereka, mereka tidak menghendaki tanaman yang luar biasa ini tumbuh di negeri seperti Indonesia – agar negeri seperti kita ini tetap tergantung pada negara-negara tersebut untuk terus impor daginng dlsb.

Tetapi one way or another , kita harus bisa menumbuhkan tanaman ini banyak-banyak di negeri kita ini, agar kita bisa beternak kambing dan sapi banyak-banyak secara efisien. Agar anak-anak negeri ini mampu makan daging secara cukup kedepannya. Apalagi bila benar Alfalfa ini adalah tanaman yang disebut di surat An-Naba' tersebut diatas, pasti manfaatnya untuk seluruh umat manusia – tidak hanya bangsa negara maju saja.

Melihat potensi yang begitu besar ini, kami mengundang para ahli dan praktisi pertanian di seluruh Indonesia – yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung dengan Alfalfa ini - untuk membantu kami membudi dayakan Alfalfa ini secara luas di Indonesia. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang baik untuk membangun kegenerasi yang kuat kedepan, generasi penghafal Al-Qur'an yang minum susu kambing secara cukup dan juga makan daging yang cukup.

Siapa tahu Anda bisa menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah besar yang terkait dengan sumber pangan bangsa ini kedepan. Solusi yang petunjuknya sudah begitu jelas ada di Al-Qur'an . InsyaAllah bersama kita bisa !.

agribisnis indonesia, alfaafa, sejarah alfaafa, desain pertanian qurani, resolusi pertanian, resolusi peternakan,

Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
SelengkapnyaMenyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Firman2Nya untuk petani

Posted by Noer Rachman Hamidi


Begitu detilnya petunjuk itu dari Firman Allah SWT, sehingga selalu saja ada ayat yang pas untuk di-taddabur-i bila Anda petani pada setiap tahap penanaman tanaman Anda misalnya:

"Pada saat Anda menebar benih, baca dan dalami ayat "Innallaha faaliqul habbi wannawaa – sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhanan dan biji buah-buahan" (QS 6:95). Ketika tanaman mulai tumbuh baca dan dalami ayat : "Afaraaitum maa tahrutsuun, aantum tajraauunahuu am nahnuzzaari'un - Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?" (QS 56 : 63-64).

"Ketika melihat kebun sudah berhasil baik, maka baca dan dalami ayat : "…Masya Allah, La Quwwata Illaa Billah…" (QS 18 : 39). Ketika kebun gagal panen-pun baca dan dalami ayat : "…Subhaana Rabbinaa Innaa Kunnaa dhaalimiin" (QS 68:29)". "Ketika hujan tidak turun-turun sehingga Anda tidak bisa bercocok tanam, beristigfarlah …(QS 70 :10-11)"

Subhanallah...

Agribisnis Indonesia
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Firman2Nya untuk petani
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Firman2Nya untuk petani
SelengkapnyaFirman2Nya untuk petani

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi di Negeri ini

Posted by Noer Rachman Hamidi


Sejak kecil kita mengenal konsep empat sehat lima sempurna sebagai kebutuhan nutrisi makanan kita sehari-hari. Yang belum nyambung hingga kini adalah konsep pemenuhan kebutuhan untuk bisa makan secara empat sehat lima sempurna ini.

Saya belum pernah tahu misalnya, apakah ada koordinasi antara departemen yang mengurusi kesehatan dengan departemen yang mengurusi pertanian. Mestinya harus nyambung antara kebutuhan makan kita yang sehat dengan apa-apa yang kita tanam.

Ada lima komponen utama yang seharusnya bisa dipenuhi secara cukup dan seimbang oleh apa-apa yang kita makan tersebut :
  • Pertama adalah karbohidrat yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi aktifitas kita sehari-hari.
  • Kedua adalah lemak yang juga menjadi sumber energi yang sangat efektif, disamping juga ikut berperan membangun tubuh.
  • Ketiga adalah protein yang fungsi utamanya membangun tubuh, menyediakan energi dan juga ikut mengatur fungsi-fungsi tubuh.
  • Keempat adalah mineral yang berfungsi untuk membangun tubuh dan mengatur fungsifungsi tubuh, dan
  • yang terakhir adalah vitamin yang juga berfungsi untuk mengatur fungsi-fungsi tubuh.

Dengan lima komponen yang seimbang tersebutlah kita bisa beraktifitas secara cukup, sambil terus mengalami pertumbuhan sampai usia tertentu , terus mengalami  peremajaan sel-sel tubuh yang rusak dan segala fungsifungsi dalam tubuh kita juga dapat berjalan sempurna.

Maka ketika kita bercocok tanam misalnya, mustinya apa-apa yang kita tanam juga harus dapat menghasilkan lima hal tersebut secara seimbang. Kekurangan di salah satunya membuat kita harus meng-impor produk-produk yang terkait, apalagi kalau kekurangan itu di banyak komponen sekaligus. Konsentrasi pertanian kita masih seputar menghasilkan karbohidrat, inipun sering kurang sehingga perlu impor tambahannya dari waktu kewaktu.

Kita mungkin memproduksi lemak nabati secara cukup (dari minyak sawit) dan bahkan kita juga ekspor, tetapi kita memproduksi kebutuhan lainnya seperti sumber-sumber protein secara sangat tidak cukup.

Sumber protein nabati utama kita dari kedelai, namun kita hanya bisa memproduksinya sekitar 1/3 dari kebutuhan kita – sisanya harus kita impor dengan harga yang semakin mahal. Protein hewani-pun kita masih begitu banyak ketergantungan pada impor, baik itu berupa daging maupun susu. Hal yang sama terjadi pada pemenuhan unsur-unsur mikro seperti mineral dan vitamin.

Negeri yang ijo royo-royo ini masih terus digerojogi dengan buah-buahan impor. Di negeri katulistiwa yang paling kaya dengan biodiversity ini, sudah seharusnya kita mampu swasembada pangan dalam arti yang sesungguhnya. Bukan hanya swasembada karbohidrat atau lemak, tetapi juga dalam hal protein baik nabati maupun hewani, mineral dan juga vitamin-vitamin.

Lantas apa yang perlu kita tanam ?, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi tanaman-tanaman yang saling melengkapi untuk lima komponen utama tersebut di atas. Namun saya lebih suka menggunakan petunjukNya untuk memilih tanaman-tanaman ini. Dia Yang Maha Tahu, tentu juga sangat mengetahui apa-apa yang kita butuhkan.

Tanaman-tanaman yang disebutkan dalam KitabNya, ternyata sangat lengkap dalam memenuhi seluruh kebutuhan kita. Perhatikan mapping dalam ilustrasi di atas setelah dilengkapi dengan tanaman-tanaman Al-Qur’an untuk mengisi kebutuhan komponen makanan kita – seperti pada ilustrasi berikut :

Bahkan secara spesifik ketika kita diminta olehNya untuk memperhatikan apa yang kita makan (QS 80:24-32), termasuk didalamnya adalah untuk memperhatikan makanan untuk ternak kita (rumput-rumputan) – karena dari ternak tersebutlah kita kemudian akan bisa makan apa-apa yang tidak bisa kita peroleh dari tanaman.

Daging , susu, telur dan bahkan juga ikan melengkapi makanan kita secara sempurna dengan protein, lemak , mineral dan vitamin. Diluar tanaman-tanaman Al-Qur’an tersebut tentu juga masih bisa terus ditanam, bahkan untuk awalnya tanaman-tanaman Al-Qur’an ini bisa diarahkan untuk tanah-tanah yang selama ini tidak diproduktifkan.

Tanaman-tanaman tersebut insyaAllah bisa tumbuh baik di tanah kita yang gersang sekalipun, Anggur dan Zaitun sejak jaman Yunani kuno sudah dimanfaatkan untuk mengisi tanah-tanah yang gersang – dimana tanaman lain sulit tumbuh.

Kita juga belajar dari sejarah, bahwa selama 8 abad Islam menguasai dunia – umat ini yang waktu itu memimpin dari negeri-negeri Mediterania – mendatangkan tanaman-tanaman dari Asia antara lain beras, tebu dlsb untuk melengkapi kebutuhan makanan mereka, dan tanaman-tanaman dari Asia ini tumbuh baik di Mediterania sana.

Maka sebaliknya juga demikian, umat Islam yang hidup di jaman ini di negeri ini – sangat dimungkinkan untuk mendatangkan tanaman-tanaman yang semula habitatnya di Mediterania – untuk hidup dan tumbuh di negeri ini, melengkapi kebutuhan makanan kita yang kini lagi kedodoran karena salah urus dan tidak digunakannya petunjuk yang terang benderang.

Bila kita bisa menanam sendiri secara cukup apa-apa yang kita perlukan dalam makanan kita, insyaAllah negeri ini akan sehat secara jasmani dan juga sehat secara ekonomi. Lapangan kerja akan melimpah karena begitu banyak yang harus kita kerjakan, upah yang dibayarkan kepada para pekerja tersebut-pun akan berputar di dalam negeri karena untuk membeli produksi kita sendiri.

Namun sekali lagi ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu kerja keras, kerja cerdas dan juga kerja ikhlas. Perlu kesabaran untuk menempuhnya, tetapi kalau tidak kita lakukan – lantas siapa yang akan melakukannya untuk kita dan anak-cucu keturunan kita ?
Wallahu A'lam.

www.agribisnis-indonesia.com
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Mencukupi Kebutuhan Nutrisi di Negeri ini
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Mencukupi Kebutuhan Nutrisi di Negeri ini
SelengkapnyaMencukupi Kebutuhan Nutrisi di Negeri ini

Menyiapkan makanan di sekitar kita

Posted by Noer Rachman Hamidi


Konon salah satu indikator negeri yang buruk atau negeri yang akan terus mengalami kemunduran itu adalah bila suatu negeri gemar menanam tanaman yang tidak bisa dimakan. Entah siapa yang mulai merumuskan indikator ini, tetapi ini juga sejalan dengan formulasi negeri yang sebaliknya – yaitu negeri yang baik menurut AlQur’an. Bila negeri yang baik itu adalah negeri yang di kanan dan kirinya kebun-kebun yang menghasilkan buah yang di makan.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (QS 34:15).

Maka yang sebaliknya juga sangat mungkin berlaku, negeri yang buruk adalah negeri yang tidak peduli untuk menanam tanaman yang bisa dimakan. Sesubur apapun suatu negeri, bila yang ditanam adalah tanaman-tanaman yang tidak dimakan – lantas dari mana rakyatnya akan memperoleh makanannya secara cukup dan berimbang ?

Tentu ini tidak berlaku untuk negeri-negeri yang secara khusus sudah ditetapkan oleh Allah sebagai negeri yang diberkahi seperti Syam, juga negeri yang dipenuhi buah-buahan atau makanan meskipun tidak perlu menanamnya – sebagai bentuk terkabulnya do’a bapak para nabi yaitu Mekah. Negeri kita bukan Syam dan bukan Mekah, maka bila rakyatnya tidak gemar menanam tanaman yang dimakan dikhawatirkan akan masuk kategori negeri yang buruk atau negeri yang mengalami kemunduran.

Gejala-gejalanya mudah dilihat di sekitar kita. Negeri yang subur ijo royo-royo ini baru berkutat di satu atau dua dari lima jenis makanannya – yaitu karbohidrat dan mungkin juga lemak (minyak). Kita tidak bisa mencukupi kebutuhan protein, vitamin dan mineral – yang sebagian besarnya harus diimpor.

Gejala lain juga mudah kita temukan di sepanjang jalan yang kita lalui baik tol maupun non-tol, baik jalan-jalan yang di kota maupun yang antar kota, juga di perumahan-perumahan yang elite maupun yang tidak elite. Perhatikan apa yang ditanam di tempat-tempat tersebut ?, dimakankah ?, rata-rata bukan dari jenis tanaman yang bisa dimakan.

Kita membuang begitu banyak kesempatan untuk menghasilkan makanan, padahal makanan inilah problem utama rakyat negeri ini dan juga negerinegeri lain di dunia. Lantas bagaimana solusinya agar kita bisa membalik arah, agar negeri yang sedang mengalami kemunduran ini berubah arah menuju kemakmurannya ?.

Agar rakyat bisa makan secara cukup dan seimbang dari hasil-hasil tanaman yang ditanam di tanah kita sendiri ? Jawabannya adalah, harus ada kerja keras membalik arah budaya ini. Dari mana memulainya ?, minimal dari tulisan-tulisan semacam ini.

Kemudian juga diikuti langkah nyata seperti yang kami lakukan di www.agribisnis-indonesia.com, insyaAllah kami akan mulai memberikan informasi kepada masyarakat secara gratis untuk belajar menanam tanaman-tanaman yang bisa dimakan.

Agar tidak reinvent the wheel, tanaman-tanaman yang bisa dimakan yang kami sosialisasikan ini – juga bukan tanaman coba-coba. Ilmu manusia terlalu sedikit dan umur nya terlalu pendek untuk bisa mengetahui secara bijak apa yang seharusnya ditanam untuk jangka panjang ini, maka kami ambilkan tanaman-tanaman yang namanya disebut secara langsung di Al-Qur’an.
Alhamdulillah 3 dari 5 tanaman-tanaman yang disebut tersebut telah terbukti berbuah  di dalam pot-pot yang kami coba yaitu Anggur, Tin dan Delima. Dua lagi yaitu Kurma dan Zaitun insyaallah juga akan bisa berbuah didalam pot dengan seijinNya, tinggal menunggu waktunya saja.

Kemampuan untuk tumbuh dan berbuah di dalam pot ini penting karena penduduk kota-kota besar rata-rata memiliki lahan yang sangat sempit atau bahkan tidak memiliki lahan sama sekali. Maka menanam buah dalam pot adalah solusinya , karena bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Bahkan juga oleh orang-orang yang masih mengontrak, karena tanamannya bisa dibawa pindah saat kontrakannya harus pindah.

Tanaman buah dalam pot ini juga akan mudah untuk diperjual-belikan, sehingga kelak akan ada pasar untuk jual beli tanaman/pohon-pohon buah dalam pot. Saat inipun kami memfasilitasi bagi yang ingin jual beli pohon buah dalam pot ini.

Yang kami bayangkan adalah suatu saat nanti akan meluas di masyarakat kegemaran menanam pohon-pohon yang menghasilkan makanan. Di kanan kiri kita atau dimanapun kita berjalan akan melihat kebun-kebun makanan, maka saat itulah negeri kita menjadi negeri yang baik seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut di atas. InsyaAllah.

www.agribisnis-indonesia.com
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Menyiapkan makanan di sekitar kita
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Menyiapkan makanan di sekitar kita
SelengkapnyaMenyiapkan makanan di sekitar kita

Budidaya Tanaman Zaitun

Posted by Noer Rachman Hamidi


Dalam ‘Mencari Berkah Yang Hilang’, yang antara lain menjelaskan berkah sebagai sesuatu yang mengandung kebaikan yang amat sangat banyak. Malam yang berkah nilainya sekitar 29,500 kali dari malam yang lain, shalat di Masjidil Haram di kota Mekah yang diberkahi – nilainya bahkan 100,000 kali dari sholat di tempat yang lain. Bayangkan bila kita bisa menghadirkan keberkahan itu ke sekitar kita, antara lain melalui pohon yang diberkahi.

Menggunakan analogi nilai malam Lailatul Qadar dan kota Mekah yang diberkahi tersebut, insyaAllah akan memudahkan kita untuk bisa memahami bagaimana pohon yang diberkahi – yaitu zaitun – itu bisa menjadi berkah yang amat sangat banyak, yang nilainya puluhan ribu sampai seratus ribu kali pohon yang lain.
Untuk bisa berbagi memahami bagaimana keberkahan pohon zaitun itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pohon zaitun yang berumur 1 tahun seperti pada gambar dibawah, Alhamdulillah bisa dengan relative mudah menghasilkan 3 pohon zaitun baru dengan teknologi micro-cutting di salah satu cabang atau rantingnya. Teknik ini hanya memerlukan 4 sampai 6 ruas daun (sekitar 10 cm) cabang atau ranting untuk bisa menjadi bakal pohon baru.

Setelah tahun ini (pohon usia 1 tahun)  menghasilkan 3 pohon baru, tahun depan insyaAllah akan ada minimal 3 cabang yang bisa dipotong lagi masingmasing menjadi 3 bibit baru. Artinya pohon yang setahun sekarang, ketika usianya dua tahun dia bisa menghasilkan 9 pohon baru plus 3 dari tahun sebelumnya, begitu seterusnya.

Dalam tujuh tahun sampai tahun 2020, satu pohon zaitun yang sekarang berumur satu tahun setelah beranak-pinak, insyaallah bisa menghasilkan sekitar 7 juta pohon. Ini dimungkinkan dengan teknik micro-cutting – yang hanya membutuhkan cabang/ranting kecil sepanjang sekitar 10 cm yang terdiri dari 4-6 ruas daun tersebut di atas.
Padahal sekarang di seluruh lab kami (3 lokasi) ada sekitar 1,000 pohon zaitun. Artinya dengan matematika yang saya tunjukkan di gambar di bawah, teoritis kita bisa menghasilkan 7 milyar pohon zaitun sampai tahun 2020.

Pekerjaan yang sangat besar dan berat yang tentu saja tidak akan kami lakukan sendiri. InsyaAllah pekerjaan besar tersebut akan kami share ilmunya dan bibitnya sehingga bisa dilakukan rame-rame oleh masyarakat luas. Pekerjaan besar lainnya adalah menemukan lahan di mana menanam 7 milyar pohon tersebut nantinya.

Diperlukan luasan lahan sekitar 43 juta hektar untuk menanam pohon sejumlah ini atau sekitar 5 kali luasan tanaman kelapa sawit yang ada di Indonesia saat ini.
Tidak mungkinkah memperoleh luasan ini ? mungkin sih mungkin tetapi tentu tidak akan mudah karena 43 juta hektar lahan adalah setara kurang lebih 22 % dari luasan Indonesia. Bukan berarti kita akan menanami 22 % lahan Indonesia dengan zaitun, tetapi matematika ini untuk menunjukkan bahwa bahkan kalau kita mau memenuhi Indonesia dengan pohon zaitun-pun; benih yang sekarang ada sangat cukup untuk melakukannya.

Belanda hanya perlu membawa empat benih sawit untuk kemudian Indonesia menjadi produsen sawit terbesar di dunia dalam beberapa ratus tahun kemudian. Yang kita miliki kini bukan hanya empat benih, tetapi seribu benih – yang penggandaannya dengan micro-cutting bisa jauh lebih cepat ketimbang penggandaan sawit. Artinya secara matematis-pun menjadi sangat mungkin untuk menanam zaitun dengan cara yang se masif penanaman sawit.

Lebih dari itu zaitun adalah pohon yang diberkahi yang kabarnya langsung datang dari Yang Maha Tahu.

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaanperumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 24:35).

Maka bila diperlukan ratusan tahun untuk menjadikan Indonesia produsen sawit terbesar di dunia, hanya perlu waktu sekitar 10 tahun bagi Indonesia untuk menyamai produksi minyak zaitunnya sama besar dengan produksi minyak sawit sekarang.

Data produksi minyak tersebut di atas hanya sampai tahun 2020 ketika mayoritas pohon belum berbuah, semua  pohon insyaAllah akan berbuah dalam empat tahun kemudian atau tahun 2023 - yaitu saat zaitun bisa menggantikan sawit kita sekarang.

Inilah barangkali bentuk keberkahan yang seharusnya bisa kita raih itu. Zaitun  tidak memerlukan pabrik untuk membuat minyaknya, artinya masyarakat bisa lebih mudah di-encourage untuk menanamnya dan mengolahnya sendiri. Jadi keberkahan itu bener-bener menjadi hak semua orang.

Bahwa zaitun adalah pohon yang banyak berkahnya – itu sudah pasti benarnya karena Allah sendiri yang mengabarkannya, matematika di atas hanya alat bantu kita untuk memahami bagaimana keberkahan yang sangat banyak itu bisa kita hadirkan di sekitar kita. Tehnik micro-cutting untuk melipat gandakan pohon zaitun dari setiap 4-6 ruas daun tersebut insyaAllah juga akan menjadi bagian dari pelatihan di komunitas www.agribisnis-indonesia.com setelah seluruh hasil eksperimen kami menunjukkan hasil yang stabil. InsyaAllah.

www.agribisnis-indonesia.com
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Budidaya Tanaman Zaitun
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Budidaya Tanaman Zaitun
SelengkapnyaBudidaya Tanaman Zaitun

Budidaya Tanaman Kurma

Posted by Noer Rachman Hamidi


Suatu saat kami mencoba membagikan bibit kurma – namun karena ternyata banyak sekali peminat bibit kurma, hanya sebagian kecil saja yang bisa kami beri bibit kurma impor yang didatangkan dari pembibitan professional di luar negeri. Bagi peminat yang tidak kebagian – Anda tidak perlu kawatir, karena Anda bisa membibitkan sendiri dengan relatif mudah – bahkan bisa menjadi kegembiraan bagi Anda sekeluarga untuk melatih amal yang dianjurkan sampai menjelang hari kiamat ini, yaitu menanam !

Berikut adalah petunjuk sederhana bagi Anda yang tertarik untuk memulai membibitkan kurma Anda sendiri.
  1. Cari kurma yang enak dan Anda sukai di pasaran, daging buahnya silahkan dimakan dan kumpulkan bijinya.
  2. Kurma yang ada di pasaran ini memang tidak secara khusus diperuntukkan sebagai bibit, tetapi tidak masalah juga karena hasil percobaan kami – kira-kira 1/3 dari biji kurma tersebut insyaAllah bisa tumbuh.
  3. Rendam biji kurma tersebut dalam 24 jam, setelah itu bersihkan sisa-sisa daging buah yang masih ada. Ulangi sekali lagi untuk 24 jam berikutnya. Melalui cara ini kita hendak membersihkan biji kurma sampai benar-benar bersih dari sisa-sisa daging buah yang menempel. Bila masih ada daging buah yang menempel, ini bisa menjadi penyebab jamur – bila ada jamur maka biji tidak akan sempat tumbuh sudah keburu busuk oleh jamur.
  4. Biji yang telah benar-benar bersih, tempatkan pada kotak plastik yang terjaga kelembabannya. Caranya, ambil tempat makan anak-anak yang biasanya terbuat dari plastic (seperti Tupperware, tapi yang murah saja), kemudian didasarnya ditaruh kertas tisu yang dibasahkan. Biji kurma ditaruh di atas tisu basah ini dan kotak ditutup. Dengan demikian di dalam kotak akan tetap lembab untuk waktu yang lama.
  5. Kegembiraan Anda akan muncul setiap pagi ketika Anda membuka kotak menunggu biji kurma mulai tumbuh. Agar ini juga menjadi kebahagiaan di Akhirat nanti, maka niatkan bahwa perbuatan kecil ini adalah langkah awal Anda untuk ikut memberi makan bagi dunia sampai ratusan tahun yang akan datang.
  6. Sekitar hari ke 15, akan mulai ada biji yang mengeluarkan bintik putih. Makin hari makin membesar, itulah bakal akar. Tunggu sampai mencapai panjang satu atau dua sentimeter, kemudian pindahkan ke pot-pot kecil yang diisi media tanam – bisa dibeli di pedagang tanaman hias.
  7. Sekitar satu bulan di media tanam, dari akar putih tadi akan mulai muncul daun. Foto di samping adalah gambaran dari bibitbibit kurma yang sudah menghasilkan akar dan daun – hasil percobaan saya sendiri.
  8. Karena akar kemungkinan akan menembus pot kecil Anda, tempatkan pot-pot Anda pada baki yang berisi air – agar akar tidak kering dan membantu menjaga kelembaban tanah di dalam pot.
  9. Setelah daun mencapai ketinggian 60 cm atau lebih pindahkan ke polybag atau pot yang besar atau tanah yang sesuai. Dengan cara sederhana ini Anda sudah bisa menanam kurma.
Namun para professional perkebunan biasanya kurang suka cara ini karena tidak tahu apakah kurma yang Anda tanam itu nantinya tumbuh sebagia pohon kurma  jantan atau pohon kurma betina. Pekebun kurma pada umumnya suka kurma betina karena dialah yang menghasilkan buah kurma nantinya. Dan setiap satu kurma jantan cukup untuk dipakai benangsarinya untuk membuahi sekitar 20 pohon kurma betina. Oleh karenanya untuk tanaman komersial, biasanya ditumbuhkan bibitnya di laboratorium kultur jaringan yang bisa disetel jumlah jantan dan betinanya – seperti benih-benih yang kami impor dari pusat pembenihan professional di luar negeri tersebut di atas.

Dengan rasio 1:20, maka kebun kurma bisa memiliki hasil panenan yang tinggi karena mayoritasnya adalah kurma betina. Namun kelebihan ini kan matematika manusia seperti kita yang penuh kelemahan dan keterbatasan dalam ilmu. Apakah Allah Yang Maha Tahu tidak tahu rasio tersebut di atas ?, pasti  Dialah yang Maha Tahu itu. Tetapi kok Allah juga menjadikan jumlah kurma jantan dan betina itu relatif berimbang 1:1 di alam ? kalau kita menanam kurma dari biji kira-kira peluang jantan dan betina adalah 50 : 50 ?.

Jawabannya antara lain ada di hadits dari Abdullah bin Umar berikut :

“Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu dihidangkan kurma yang sudah kering, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di antara pepohonan itu ada satu jenis pohon yang keberkahannya seperti seorang Muslim”. Lalu aku mempunyai perkiraan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, aku berkeinginan menjawab : “wahai Rasulullah, itu adalah pohon kurma”, namun aku melihat bahwa di antara sepuluh orang yang ada aku adalah yang paling muda, maka akupun diam Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bemudian bersabda : “ Yaitu pohon kurma”” (HR. Muslim).

Karena keberkahan pohon kurma itu seperti keberkahan seorang muslim, maka banyaknya kurma jantan yang melebihi kebutuhan untuk sekedar membuahi kurma-kurma betina – pasti juga penuh keberkahan. Yang sudah ditemukan oleh manusia antara lain adalah benang sari yang tidak digunakan untuk membuahi kurma betina, dapat menjadi obat kesuburan yang luar biasa bagi manusia dan hewan.

Bila dimakan manusia, manusia yang memakannya akan perkasa dan anaknya banyak – ini yang antara lain disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu bila umatnya memiliki anak yang banyak. Bila dimakan ternak menjadi obat kesuburan bagi ternak, ternak-ternak akan memiliki anak yang kuat dan banyak. Bisa mengatasi kebutuhan daging/protein hewani – yang kemudian juga memperbaiki keturunan kita umat manusia.

Walhasil setelah Anda bergembira setiap hari melihat pohon kurma Anda tumbuh, jangan kecewa bila sekian tahun yang akan datang ternyata pohon kurma yang Anda tanam adalah jantan. Jantannya pohon kurma-pun insyaAllah penuh berkah – bagi manusia, bagi ternak dan bagi anak cucu kita karena pohon kurma bisa berumur 100 tahun bahkan lebih. Mudah-mudahan kegembiraan kecil ini juga bisa mengantar kita pada kegembiraan yang sesungguhnya di Akhirat nanti. Amin...

www.agribisnis-indonesia.com
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Budidaya Tanaman Kurma
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Budidaya Tanaman Kurma
SelengkapnyaBudidaya Tanaman Kurma

Program Kemakmuran Umat

Posted by Noer Rachman Hamidi

Alhamdulillah Program Kemakmuran Umat (Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur) telah dimulai. Mungkin agak berbeda dengan majlis-majlis pada umumnya, majlis ini menekankan pada kerja atau amal nyata untuk mengatasi masalah-masalah konkrit yang kini dihadapi oleh masyarakat. Sehingga ilmu yang dikaji di majlis ini difokuskan secara maksimal untuk ilmu-ilmu yang menjadi landasan amal. Seperti apa bentuknya ?

Latar belakangnya adalah perintah kepada orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dan mencari wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihad (berjuang secara sungguh-sungguh) di jalanNya.
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan ) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS 5 : 35).

Banyak wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepadaNya ini yang memiliki rujukan yang kuat, antara lain selalu melaksanakan yang wajib dan kemudian melengkapinya dengan yang sunnah seperti dalam hadits Qudsi berikut :

Dari Abu Hurairah RadhiyAllahu ‘Anhu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: "Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. HambaKu tidak mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku sukai dari pada sesuatu yang Aku fardhukan atasnya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan sunnat-sunnat sampai Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya untuk mendengar, menjadi penglihatannya untuk melihat, menjadi tangannya untuk memukul dan menjadi kakinya untuk berjalan. Jika ia memohon kepadaKu, pasti Aku benar-benar memberinya. Jika ia memohon perlindungan kepadaKu, pasti Aku benar-benar melindunginya". (HR Bukhari).

Jalan berikutnya antara lain adalah dengan berinfaq. Ketika sebagian orang Arab Badui yang beriman memandang bahwa infaqnya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk memperoleh shalawat Rasul, pandangan ini dibenarkan oleh Allah melalui ayat berikut :

“Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 9 :99).

Kemudian untuk kata Jaahidu dalam QS 5:35 tersebut di atas, Al Maududi (dalam Tafhim Al-Qur’an) menjelaskan maknanya sebagai usaha yang sungguh-sungguh untuk menyingkirkan atau melawan apapun, baik itu orang, partai, maupun kekuatan apapun –yang menghalangi kita dari jalan Allah. Maka dengan pemahaman QS 5 :35 tersebut, penjabaran visi membangun negeri yang Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur itu dapat diilustrasikan dalam grafik berikut
Majlis ini ingin ikut sekuat tenaga mewujudkan negeri yang Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur, bukan karena kita rakyat Indonesia, bukan karena kita mengejar kemakmuran semata, juga bukan karena kita ingin membangun kekuatan politik ataupun menduduki jabatan tertentu.

Kita ingin mewujudkan Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur karena kita ingin menjadi orang yang beriman, bertakwa dan mencari jalan untuk mendekatkan diri kepadaNya. Untuk ini kita perlu ilmu, baik itu ilmu-ilmu yang menunjang dan menjadi landasan amal ibadah khusus – maupun ilmu-ilmu untuk amal ibadah umum seperti bertani, berdagang, menguasai teknologi dlsb.

Kemudian ilmu ini bener-bener kita wujudkan dalam bentuk ibadah khusus seperti yang petunjukNya ada di Hadits Qudsi tersebut di atas, maupun ibadah umum berupa kerja nyata mengatasi problem-problem yang dihadapi di masyarakat. Karena isu utama untuk negeri ini masih di seputar pangan dan pasar, maka dua hal ini secara khusus mendapatkan penekanan di majlis ini.

Untuk urusan pangan kita fokus mengedukasi masyarakt untuk mampu mandiri pangan, atau setidaknya mengambil langkah mempersiapkan pangan bagi setiap jengkal lahan yang kita miliki. Pada kajian perdana kemarin sengaja dihadirkan Dr. Nugroho spesialis tanaman-tanaman organic, untuk mengajarkan masyarakat perkotaan untuk menjadi petani meskipun tidak memiliki lahan sekalipun.

Bertani tanaman pangan, khusunya tanaman-tanaman Al-Qur’an bahkan bisa dilakukan di dalam pot atau yang dikenal dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Atap-atap rumah kita, bisa menjadi lahan yang sangat efektif untuk memanen matahari untuk tanaman-tanaman kita. Bahkan bila perlu menurut beliau, dak atap rumah kita bisa menjadi sawah organic dengan konsep dan bahanbahan yang kini sudah ada di kita.

Setelah kita tahu siapa-siapa yang bisa mewujudkan Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur, kita juga tahu cara untuk melakukannya dengan kombinasi antara ibadah-ibadah khusus dengan ibadah-ibadah umum, maka selanjutnya kita juga akan tahu seberapa jauh kita mendekati tujuan tersebut dengan indikator-indikator yang juga baku – indikator yang dikabarkan olehNya.

Antara lain adalah negeri ini akan penuh keberkahan – penuh dengan kebaikan yang sangat banyak (QS 7:96), rakyat tercukupi kebutuhan pangannya dari kebun-kebun di seluruh negeri (QS 34:15), karena tanaman apapun yang kita tanaman menghasilkan buah yang banyak dengan rasa yang enak (QS 2 :58). Lantas kapan negeri Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghafuur itu akan terwujud ?

Tentu tergantung kepada kehendakNya, kemudian juga terkait dengan sekuat apa kita – penduduk negeri ini semua - ingin mewujudkannya. Perubahan besar yang terjadi di Madinah pasca Hijrahnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan kaum Muhajirin, terjadi dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun. Muhammad Al-Fatih beserta pasukannya yang dipuji oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai pemimpin pasukan terbaik dan pasukannya juga pasukan terbaik, antara lain karena dia selalu melaksanakan yang wajib dan yang sunnah – sejak balig sampai penaklukan – yang waktunya kurang lebih juga sekitar sepuluh tahun ( balig umumnya sekitar 12-13 tahun dan saat penaklukan usianya 22 tahun).

AlFatih juga orang yang menguasai segala ilmu yang ada pada jamannya dan menguasai tujuh bahasa. Maka dari perbagai rujukan dan contoh-contoh tersebut di atas, secara bersama-sama , umat ini mestinya juga bisa membuat perubahan yang sangat besar, membalik arah dari umat yang termarginalkan dalam segala bidang menjadi umat yang memimpin segala bidang.

Bila tentu saja syaratnya terpenuhi. Dengan disiplin kita mendekatkan diri kepadaNya melalui pelaksanaan perintah-perintahNya yang wajib, kemudian melengkapinya dengan selalu melaksanakan yang sunnah. Kita juga melengkapi segala ilmu yang diperlukan untuk bidang-bidang amal yang akan kita laksanakan, kemudian kita juga bersungguh-sungguh beramal melaksanakan apa yang kita niatkan. Dengan sungguh-sungguh pula kita berjuaang menyingkirkan segala rintangan yang menghalangi kita dari jalanNya.

Yang masih meninggalkan (sebagian) sholat wajib, waktunya untuk berdisipilin melaksanakannya. Yang belum membiasakan diri sholat sunnah rawatib, waktunya untuk memulai melaksanakannya pula. Yang masih berat untuk bangun malam melaksanakan sholat malam, mulai sedikit demi sedikit melanggengkannya. Yang sudah rutin sholat malam, waktunya untuk terus meningkatkannya – dengan tambahan bacaan-bacaan, tambahan do’a-do’a – sampai bisa menikmati sholat malam itu dan sangat menyesal bila karena satu dan lain hal terlewat dari melakukannya.

Sejalan dengan itu semua, di siang hari kita berjuang dengan keras untuk meninggikan Agama ini dalam segala bidang yang kita bisa. InsyaAllah akan ada perubahan besar di negeri ini dalam waktu yang tidak lama, sekitar sepuluh tahun dari sekarang, perubahan besar menuju Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafuur.
Amin YRA.

Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.comAgribisnis Indonesia, www.agribisnis-indonesia.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Program Kemakmuran Umat
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Program Kemakmuran Umat
SelengkapnyaProgram Kemakmuran Umat

Peluang Kebun Al Quran

Posted by Noer Rachman Hamidi

Setelah banyak menggali dan menulis tentang pertanian umumnya dan Kebun Al-Qur’an, maka kini giliran peluangnya untuk kita semua. Apa yang bisa kita semua lakukan di bidang ini ?

Berikut adalah ilustrasi ringkas peluang-peluang itu, setiap bulatan adalah peluang bagi kita semua – dan Anda tentu bisa menambah bulatan-bulatan lain yang Anda bisa lihat – yang bisa jadi belum terlihat.

Di awal tanaman Al-Qur’an, yaitu tanaman biji-bijian yang  bisa  dimakan sambil untuk menurunkan suhu permukaan tanah dan menyuburkan lahan dari matinya – tanaman perintis – pun sudah memberikan banyak peluang. Untuk koro pedang misalnya (dan masih ada ribuan tanaman lain yang bisa dieksplorasi) – lingkaran hijau adalah bidang yang sudah digarap, tetapi tidak menutup juga kemungkinan orang lain untuk menggarapnya.

Anda yang mau mengambil peluangnya untuk menanam secara komersial, bisa kami bantu pengadaan benihnya. Demikian pula bagi Anda yang mau mengembangkan produk-produknya mulai dari produk dasar seperti tempe dan tahu, sampai produk-produk turunannya berbasis koro pedang yang terlebih dahulu dijadikan tepung berprotein tinggi (Protein Rich Flour). Untuk tanaman inti kebun-kebun Al-Qur’an yaitu Kurma, Anggur, Zaitun, Delima dan Tin, juga baru beberapa peluangnya saja yang kami garap. Antara lain adalah dibidang pembenihan dengan teknologi kultur jaringan, persiapan penggarapan pasar komersil perkebunan, persiapan penggarapan segment khusus lifestyle tabulampot ( tanaman buah dalam pot) beserta penyediaan sarana-sarananya mulai dari penyiapan media tanam, pupuk dan obat-obatan organik.

Sekali lagi yang kami garap-pun tidak menutup kemungkinan untuk orang lain juga ikut menggarapnya. Lebih dari itu peluang lainnya juga sangat banyak, mulai dari pembibitan konvensional (yang tidak membutuhkan teknik tinggi seperti kultur jaringan), pengembangan pasar lifestyle kebun Al-Qur’an, sampai pengembangan produk-produk turunannya.

Pasar lifestyle misalnya bisa menjadi peluang besar dan solusi bagi rakyat di negeri ini. Bayangkan kalau secara bersama-sama kita bisa membangun kegemaran baru di masyarakat, menggantikan kegemaran menanam bunga atau tanaman tertentu yang kadang bernilai sangat tidak masuk akal tetapi tidak menghasilkan suatu buah yang bisa dimakan – dengan tanaman-tanaman yang diberkahi, yang buahnya bisa dimakan dan bahkan juga bisa menjadi obat – betapa banyak masalah teratasi dengan kegemaran ini.

Kegemaran ini-pun tidak hanya berlaku bagi yang punya pekarangan di rumahnya, yang tidak punya-pun bisa menanam dalam pot-pot besar yang bahkan bisa ditaruh di atap rumahnya.

Kegemaran baru ini insyaAllah akan bisa menyehatkan ekonomi kita sekaligus juga badan kita. Dibidang ekonomi kita mengganti tanamantanaman yang tidak menghasilkan buah yang dimakan, dengan tanaman-tanaman yang menghasilkan buah-buahan unggul yang dimakan untuk memenuhi kebutuhan  energi maupun menjaga kesehatan.

Kelak kita insyaAllah akan menjadi terbiasa memakan kurma misalnya bukan hanya dalam kondisi matang keringnya yang disebut tamar – seperti kurma yang selama ini kita makan, tetapi juga dalam kondisi segarnya dalam bentuk kurma mentah yang disebut balah – yang berwarna kuning dan masih kriuk tetapi sudah manis, maupun kurma matang segar yang disebut rutab. Di pasar-pasar buah insyaAllah kelak ada balah dan rutab berdampingan dengan buah-buahan yang selama ini ada di sekitar kita seperti jeruk, apel dlsb. Balah dan rutab yang biasanya ada di pasar-pasar buah Arab ini, kelak hadir dari tanaman-tanaman kurma di pekarangan kita semua atau bahkan hadir dari tabulampot di atap rumah kita.

InsyaAllah kita dapat mengadakan sendiri sedikit dari kebutuhan pangan kita. Wallahu A'lam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Peluang Kebun Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Peluang Kebun Al Quran
SelengkapnyaPeluang Kebun Al Quran