Peluang Kebun Al Quran

Posted by Noer Rachman Hamidi

Setelah banyak menggali dan menulis tentang pertanian umumnya dan Kebun Al-Qur’an, maka kini giliran peluangnya untuk kita semua. Apa yang bisa kita semua lakukan di bidang ini ?

Berikut adalah ilustrasi ringkas peluang-peluang itu, setiap bulatan adalah peluang bagi kita semua – dan Anda tentu bisa menambah bulatan-bulatan lain yang Anda bisa lihat – yang bisa jadi belum terlihat.

Di awal tanaman Al-Qur’an, yaitu tanaman biji-bijian yang  bisa  dimakan sambil untuk menurunkan suhu permukaan tanah dan menyuburkan lahan dari matinya – tanaman perintis – pun sudah memberikan banyak peluang. Untuk koro pedang misalnya (dan masih ada ribuan tanaman lain yang bisa dieksplorasi) – lingkaran hijau adalah bidang yang sudah digarap, tetapi tidak menutup juga kemungkinan orang lain untuk menggarapnya.

Anda yang mau mengambil peluangnya untuk menanam secara komersial, bisa kami bantu pengadaan benihnya. Demikian pula bagi Anda yang mau mengembangkan produk-produknya mulai dari produk dasar seperti tempe dan tahu, sampai produk-produk turunannya berbasis koro pedang yang terlebih dahulu dijadikan tepung berprotein tinggi (Protein Rich Flour). Untuk tanaman inti kebun-kebun Al-Qur’an yaitu Kurma, Anggur, Zaitun, Delima dan Tin, juga baru beberapa peluangnya saja yang kami garap. Antara lain adalah dibidang pembenihan dengan teknologi kultur jaringan, persiapan penggarapan pasar komersil perkebunan, persiapan penggarapan segment khusus lifestyle tabulampot ( tanaman buah dalam pot) beserta penyediaan sarana-sarananya mulai dari penyiapan media tanam, pupuk dan obat-obatan organik.

Sekali lagi yang kami garap-pun tidak menutup kemungkinan untuk orang lain juga ikut menggarapnya. Lebih dari itu peluang lainnya juga sangat banyak, mulai dari pembibitan konvensional (yang tidak membutuhkan teknik tinggi seperti kultur jaringan), pengembangan pasar lifestyle kebun Al-Qur’an, sampai pengembangan produk-produk turunannya.

Pasar lifestyle misalnya bisa menjadi peluang besar dan solusi bagi rakyat di negeri ini. Bayangkan kalau secara bersama-sama kita bisa membangun kegemaran baru di masyarakat, menggantikan kegemaran menanam bunga atau tanaman tertentu yang kadang bernilai sangat tidak masuk akal tetapi tidak menghasilkan suatu buah yang bisa dimakan – dengan tanaman-tanaman yang diberkahi, yang buahnya bisa dimakan dan bahkan juga bisa menjadi obat – betapa banyak masalah teratasi dengan kegemaran ini.

Kegemaran ini-pun tidak hanya berlaku bagi yang punya pekarangan di rumahnya, yang tidak punya-pun bisa menanam dalam pot-pot besar yang bahkan bisa ditaruh di atap rumahnya.

Kegemaran baru ini insyaAllah akan bisa menyehatkan ekonomi kita sekaligus juga badan kita. Dibidang ekonomi kita mengganti tanamantanaman yang tidak menghasilkan buah yang dimakan, dengan tanaman-tanaman yang menghasilkan buah-buahan unggul yang dimakan untuk memenuhi kebutuhan  energi maupun menjaga kesehatan.

Kelak kita insyaAllah akan menjadi terbiasa memakan kurma misalnya bukan hanya dalam kondisi matang keringnya yang disebut tamar – seperti kurma yang selama ini kita makan, tetapi juga dalam kondisi segarnya dalam bentuk kurma mentah yang disebut balah – yang berwarna kuning dan masih kriuk tetapi sudah manis, maupun kurma matang segar yang disebut rutab. Di pasar-pasar buah insyaAllah kelak ada balah dan rutab berdampingan dengan buah-buahan yang selama ini ada di sekitar kita seperti jeruk, apel dlsb. Balah dan rutab yang biasanya ada di pasar-pasar buah Arab ini, kelak hadir dari tanaman-tanaman kurma di pekarangan kita semua atau bahkan hadir dari tabulampot di atap rumah kita.

InsyaAllah kita dapat mengadakan sendiri sedikit dari kebutuhan pangan kita. Wallahu A'lam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Peluang Kebun Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Peluang Kebun Al Quran
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Peluang Kebun Al Quran ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://pertanian.rumah-hikmah.com/2014/03/peluang-kebun-al-quran.html

Bookmark and Share